Seputar Perikanan: Sharif Minta Kapal Asing Sitaan Segera Dimanfaatkan Untuk Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo menginginkan agar kapal-kapal ikan ilegal hasil sitaan dari nelayan asing segera dapat dihibahkan kepada nelayan demi meningkatkan kontribusi ekonomi dari sektor perikanan.
“Namun, kendala yang ditemui dalam pemanfaatan kapal sitaan bagi nelayan dan kalangan pendidikan dikarenakan masih lambannya penyelesaian dan penanganan barang bukti,” kata Sharif saat meninjau kapal-kapal perikanan rampasan di Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (SDKP)  di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sungai Rengas, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (11/4).

Upaya Sharif ini memiliki beberapa kendala, diantaranya kondisi kapal yang telah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht) kebanyakan telah rusak bahkan tenggelam karena proses hukum yang cukup memakan waktu lama.
“Kapal hibah itu tidak bisa langsung digunakan karena harus diperbaiki dahulu karena lamanya proses pengadilan sehingga kapal menjadi rusak,” ungkapnya.

Sharif menuturkan, biaya perbaikan kapal merupakan tanggung jawab pemerintah daerah yang mendapatkan hibah. Oleh karena itu, ia menuturkan sebaiknya kapal ikan ilegal hasil sitaan segera dimanfaatkan demi meningkatkan kesejahteraan nelayan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan.Dalam Pasal 76C ayat (5) UU No.45/2009 tentang Perubahan atas UU No. 31/2004 tentang Perikanan disebutkan bahwa kapal pelaku illegal fishing yang dirampas untuk negara dapat dilelang atau dihibahkan kepada kelompok nelayan.

Proses lelang kapal rampasan harus dilakukan dengan harga yang layak dan hasilnya dijadikan sumber pendapatan Negara bukan pajak (PNBP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan sebagian hasilnya dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

Dirjen PSDKP Syahrin menjelaskan dalam memproses penegakan hukum di bidang perikanan dijalankan melalui tiga tahap yakni, tahap penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

Diakui Syahrin, masih lambannya penanganan terhadap Anak Buah Kapal (ABK) non yustitia akan dapat berdampak sosial dan membebani Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN).

“Untuk menanggulangi pencurian ikan oleh nelayan asing, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengambil langkah koordinatif lintas institusi dengan TNI Angkatan Laut , Polair, TNI AU dan Bakorkamla. Selain itu dengan memfasilitasi pengembangan dan pembinaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas),” jelas Syahrin
Sementara itu, Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak Bambang Nugroho mengatakan, masih ada lima kapal hibah yang belum diambil oleh penerima karena persoalan perbaikan kapal.“Kelima kapal yang belum diambil itu masing-masing milik Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Kalimantan Barat,” jelasnya

Sebagai informasi kapal rampasan di Stasiun PSDKP Pontianak, tercatat sebanyak 65 kapal masih terdapat di UPT Ditjen PSDKP ini. Kapal-kapal tersebut merupakan kapal pelaku
illegal fishing yang diproses sejak tahun 2008 sampai dengan yang terkini. 21 kapal telah memperoleh putusan tetap (inkracht),  19 kapal proses hukum Kasasi, 11 kapal proses hukum Banding, 5 kapal proses pelimpahan perkara ke Kejaksaan dan 9 kapal hasil tangkapan terakhir dalam proses Penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Stasiun PSDKP Pontianak.

Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak yang dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo merupakan salah satu Unit Pelayanan Teknis (UPT) Ditjen PSDKP yang didukung oleh 24 satuan kerja dan pos pengawasan yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Sumber: http://kkp.go.id/index.php/arsip/c/7748/Sharif-Minta-Kapal-Asing-Sitaan-Segera-Dimanfaatkan-Untuk-Nelayan/

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s